Memperingati Hari HAM Sedunia

Menurut Oemar Seno Adji yang dimaksud dengan hak-hak asasi manusia ialah hak yang melekat pada martabat manusia sebagai insan ciptaan Tuhan Yang Maha Esa yang sifatnya tidak boleh dilanggar oleh siapapun, dan yang seolah-olah merupakan suatu holy area.

Hak asasi manusia (HAM) memiliki ciri khusus jika dibandingkan dengan hal lainnya, yaitu tidak dapat dicabut, tidak dapat dibagi, hakiki, dan universal.

Setiap orang memiliki tanggung jawab untuk terlibat dalam upaya penegakan hak asasi manusia. Tiap orang harus memahami martabat kemanusiaan seseorang perlu mendapat pengakuan dan perlindungan agar keberadaannya sebagai manusia menjadi terhormat. Jika semua orang memahami konsep dasar-dasar semacam ini, maka akan semakin mudah menyebarkan pentingnya tanggung jawab masing-masing individu untuk turut aktif dalam upaya penegakan HAM.

Sikap positif terhadap upaya perlindungan dan penegakan HAM harus dimulai dari lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat, bangsa dan negara.

Secara umum wujud partisipasi tersebut dapat diupayakan melalui sikap menghargai upaya perlindungan dan penegakan HAM dalam perbuatan sehari-hari.

Senin, 10 Desember 2018 , mengadakan Apel pagi di lingkungan sekolah, sebagai pembina apel Bpk. H. Muhammad Nurdin, Spd , M.M,   dengan peserta upacara Kepala sekolah, dewan guru , Tu dan para Siswa-siswi SMAN 2 Tambun Selatan. pada akhir apel sebagai simbolis yaitu penyematan pin Duta HAM SMAN 2 Tambun Selatan oleh Pembina Apel, kepala Sekolah dan perwakilan ibu Guru kepada siswa sebagai perwakilan Duta HAM. (RH)